20
Mar
06

What if I had never tried it

(Andai aku tak pernah mencobanya …)

Kalimat di atas merupakan judul dari buku Otobiografi Valentino Rossi, yang ditulis oleh Valentino Rossi sendiri tentunya. Buku setebal 302 halaman yang diterjemahkan dari The Autobiography of Valentino Rossi : What if I had never tried it, di Indonesia diedarkan oleh UFUK PRESS dengan penerjemah Doni Suseno dan penyunting Santi Sasono, cetakan pertama Februari 2006.

Dalam buku ini, Vale bercerita panjang lebar tapi tidak membosankan tentang perjalanan karir balapnya hingga saat buku ini ditulis, manuver-manuver “gila”-nya di sirkuit-sirkuit yang ia sambangi, komentar-komentar tentang dirinya dan juga mengapa ia pindah dari Tim “super power” Honda ke Tim “papan tengah” Yamaha. Keberhasilannya mengukir sejarah dalam dunia balap motor Grand Prix hanyalah efek dari kecintaan dan keseriusannya dalam dunia yang ia tekuni. Penggalan kepala pengantar dalam buku ini mengatakan, “Alam memberinya talenta dan ia melakukan sisanya”.

Dari Bab 1 (Capitolo Uno) yang sudah saya baca, saya ingin mengambil dan menyampaikan penggalan-penggalan dari Bab ini yang saya kira relevan untuk diterapkan dalam kehidupan setiap orang :

“… Kamu tak mungkin menuntut hal seperti itu (kemenangan.Red). Dan kalaupun bisa, tak ada jaminan kamu bakal menang. Tetapi sekali lagi, kami para pembalap memang kerap mengatakan hal-hal seperti tadi. Kadang-kadang, kami yakin apa yang kami katakan, meski terdengar tak masuk akal; kali lain, kami hanya bisa berharap, sementara di lain kesempatan kami merasa diuji untuk tetap realistis. Kami berusaha meyakini sesuatu karena bagaimanapun juga kata-kata tak penting lagi jika kita berada di trek sesungguhnya; cuma ada kamu dan lawanmu di sana.”.

“… Aku selalu tahu kebenaran di balik setiap kemenangan dan kekalahanku. Aku tahu persis mengapa dan bagaimana aku bisa menang atau kalah.”.

“… Bagiku, sikap mental adalah harga mati.”.

Well, buku yang wajib dimiliki setiap fans The Doctor pastinya dan bisa juga untuk siapa saja. Menurut saya, dari buku ini kita dapat belajar untuk bisa memotivasi diri kita sendiri untuk menjadi yang terbaik bagi pribadi masing-masing langsung dari sumbernya yang bisa dibilang sudah kenyang makan asam garam.


1 Response to “What if I had never tried it”


  1. 1 johnny
    July 2, 2009 at 20:19

    thanks for your information


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: